Month: November 2015

Pemerintah Australia meminta Pemko Medan untuk mempermudah segala aturan pengurusan perizinan. Hal itu disampaikan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, dalam lawatannya ke Balai Kota Medan, Kamis (15/10/2015).

Dalam kunjungannya tersebut, Grigson menyampaikan niat Pemerintah Australia untuk bekerjasama dengan Pemko Medan. Selain pendidikan dan pertanian, Australia juga tertarik untuk berinvestasi di bidang transportasi dan pengembangan wisata di Kawasan Medan Belawan.

Grigson mengaku telah mengunjungi sejumlah kota di Indonesia, dan Medan menjadi salah satu yang membuatnya tertarik. Dengan regulasi perizinan yang tidak berbelit, kata Grigson, para investor dari negeri Kangguru tersebut dipastikan akan tertarik berinvestasi di Medan.
“Tadi malam saya melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Kota Medan. Ternyata banyak pengusaha di Medan yang menjalin hubungan bisnis di Australia. Di samping itu saya juga mengetahui banyak juga orang Medan yang menjadi alumni dari sejumlah perguruan tinggi di Australia,” ujarnya.
Namun, untuk membawa investor Australia ke Medan, Grigson ingin Pemko Medan melakukan pembenahan terlebih dahulu, terutama dalam bidang infrastruktur dan regulasi.
“Berdasarkan pengakuan dari sejumlah pengusaha Australia, ada tiga hal yang menjadi pertanyaan mendasar bagi mereka ketika mau berinvestasi. Pertama, kepemilikan tanah dan akses untuk memiliki tanah tersebut. Kedua, mengenai regulasi, masih banyak terjadi perbedaan regulasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Yang ketiga menyangkut pajak dan kepemilikan usaha,” ujarnya.
Kepala Bagian Hubungan Kerjasama Pemko Medan, Rivai Nasution, mengatakan, pertemuan dengan Dubes Australia akan membuka peluang bagi Pemko Medan membawa pengusaha dari Australia berinvestasi di Kota Medan.
“Kami siap memjembatani dan mem-follow-up pertemuan ini, sehingga pengusaha Australia mau berinvestasi di Kota Medan. Kami juga ingin menjajaki kemungkinan hubungan sister city antara Kota Medan dengan salah satu kota di Australia,” katanya.
Adapun Kota Medan saat ini telah menjalin hubungan sister city dengan beberapa kota internasional, seperti George Town, Pulau Pinang (Malaysia), Ichikawa (Jepang), Gwangju (Korea Selatan), Chengdu (RRC), Ipoh (Malaysia), Bulgras (Bulgaria), dan Milwaukee (Amerika Serikat).

 

Sumber berita : http://medan.tribunnews.com/

Read Full Article

Kontingen Medan Belawan kembali mendominasi cabang olahraga dayung dengan merebut 5 medali emas Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan VII/2015 di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (4/10).

Belawan total meraih 5 emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Posisi kedua Medan Marelan dengan koleksi 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Medan Labuhan memperoleh 2 medali perak dan Medan Deli harus puas menempati posisi keempat dengan satu perak dan satu perunggu.

Medali emas Belawan diraih dari nomor kano satu (c1) 500 m atas nama Deddy Syahputra yang mencatatkan waktu tercepat 02:23:42. Posisi kedua M Rizki (Medan Deli/ 02:51:41), dan Boby (Medan Belawan/03:31:95).

Dedy Syahputra kembali mempersembahkan medali emas untuk Belawan di nomor 250 m (c1) setelah mencatatkan waktu tercepat 01.10.74, disusul M Husni (Medan Labuhan/01:28:59) dan Solihin (Medan Marelan/01:42:45).

Tambahan medali emas Belawan lainnya diraih Ibrahim di nomor kayak 1 (k1) 500 m. Ibrahim mencetak waktu tercepat 01:45:60. Medan Marelan meraih perak melalui Ridwan (01:54:18), Heriyanto (Belawan/02:12:42) dan Rojali (Belawan/02:38:33).

Ibrahim kembali berjaya di K1 250 m dengan catatan waktu tercepat 00:51:43. Perak diraih Ridwan (Marelan/00:52:59) dan perunggu didapat Rojali (Belawan/01:11:25). Untuk K1 Putri 500 meter, medali emas diraih Nia (Belawan/02:45:46), disusul Devi (Belawan/05:01:32), dan Impriani (Medan Deli/07:45:19).

Untuk nomor dragon boat, medali emas diraih Medan Marelan (02:20:26), disusul Medan Labuhan (02:25:23), dan Medan Belawan (02:25:48) serta Medan Deli (02:33:93). Ketua PODSI Kota Medan, Rasdin Sijabat, mengharapkan ke depan para atlet dayung harus sigap dan disiplin.

Di cabang sepaktakraw, Medan Timur merebut medali emas dengan mengalahkan Medan Denai A. Tim takraw putra Medan Timur menang 21-16, 21-14. Medali perunggu dibawa pulang Medan Belawan A yang memenangkan perebutan tempat ketiga atas Belawan B.

Di cabang renang, kejayaan diraih Medan Denai dengan tampil sebagai juara umum hasil meraih 11 emas, 5 perak, dan 4 perunggu di Kolam Renang Selayang Medan. Medan Helvetia menduduki posisi kedua dengan 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu disusul Medan Timur (4-1-1).

Ketua Harian Pengcab PRSI Medan, Syahri Andi, menjelaskan cabang renang Porkot Medan 2015 diikuti 63 atlet. Antusiasme para atlet mengikuti Porkot tahun ini sangat tinggi, walaupun belum menyebar ke seluruh kecamatan

 

sumber berit :http://waspada.co.id/

Read Full Article